January 15, 2026

KKI

KARYA KEPAUSAN INDONESIA (KKI)

Serikat Misi Kepausan

Serikat-Serikat Misi Kepausan (the Pontifical Mission Societies) adalah jaringan kerja sama seluruh dunia untuk membantu Paus mendukung misi dan Gereja-Gereja muda dengan doa dan amal.

Konsili Vatikan II menyatakan bahwa dua aktivitas yang termasuk dalam istilah “misi” adalah: pewartaan Injil dan pendirian Gereja-Gereja baru (AG, 6). Karisma Serikat-Serikat Misi Kepausan ditempatkan dalam paham yang lebih luas akan misi kepada para bangsa  dan dalam relasi antara Gereja lokal dan universal.

Ada empat Serikat Misi Kepausan: Serikat Pegembangan Iman (the Society of the Propagation of Faith), Serikat Kanak-Kanak Suci (the Society of the Holy Childhood) dan Serikat Santo Petrus Rasul (the Society of St. Peter the Apostle), yang lahir di Perancis pada abad ke-19, dua diataranya berasal dari inisiatif wanita-wanita yang bersemangat dalam misi. Secara khusus, Pauline Jaricot, pendiri Serikat perta tahun 1822, mengungkapkan prinsip mendasar: berdoa dan beramal untuk karya evangelisasi Gereja. Serikat keempat, Persatuan Misionaris Kepausan (the Pontifical Missionary Union), lahir di awal tahun 1900-an.

Serikat-Serikat Misi Kepausan (the Pontifical Mission Societies) adalah jaringan kerja sama seluruh dunia untuk membantu Paus mendukung misi dan Gereja-Gereja muda dengan doa dan amal.

Konsili Vatikan II menyatakan bahwa dua aktivitas yang termasuk dalam istilah “misi” adalah: pewartaan Injil dan pendirian Gereja-Gereja baru (AG, 6). Karisma Serikat-Serikat Misi Kepausan ditempatkan dalam paham yang lebih luas akan misi kepada para bangsa  dan dalam relasi antara Gereja lokal dan universal.

Ada empat Serikat Misi Kepausan: Serikat Pegembangan Iman (the Society of the Propagation of Faith), Serikat Kanak-Kanak Suci (the Society of the Holy Childhood) dan Serikat Santo Petrus Rasul (the Society of St. Peter the Apostle), yang lahir di Perancis pada abad ke-19, dua diataranya berasal dari inisiatif wanita-wanita yang bersemangat dalam misi. Secara khusus, Pauline Jaricot, pendiri Serikat perta tahun 1822, mengungkapkan prinsip mendasar: berdoa dan beramal untuk karya evangelisasi Gereja. Serikat keempat, Persatuan Misionaris Kepausan (the Pontifical Missionary Union), lahir di awal tahun 1900-an.

Karya Kepausan Indonesia

Di Indonesia, Serikat-Serikat Misi Kepausan (the Pontifical Mission Societies) dikenal dengan sebutan Karya Kepausan Indonesia (KKI). KKI ada di Indonesia sejak 1919 dan pada waktu itu masih di bawah koordinasi Karya Kepausan Negeri Belanda. Situasi politik (penjajahan) membuat KKI tidak berkembang. Baru sejak tahun 1970-an KKI mulai bangkit. KKI diperkenalkan ke keuskupan-keuskupan di Indonesia sesudah Sidang MAWI, 22 November-4 Desember 1971. Untuk hubungan internasional kantor pusat KKI disebut The National Office of The Pontifical Mission Societies of Indonesia.