January 15, 2026

SEKAMI

Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI)

Sejarah

Pada pertengahan abad ke-19, Uskup  Charles de Forbin-Janson kecewa karena berita dari China soal anak-anak yang meninggal dunia tanpa menerima pembaptisan. Kecewa karena dia tidak bisa berangkat sebagai misionaris, dia minta nasihat dari Pauline Jaricot, pendiri Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman. Sharing gagasan yang mereka lakukan rupanya mencerahkan dia dan dia kemudian mendapat ide untuk melibatkan anak-anak di Perancis agar melalui doa dan bantuan material, mereka bisa membantu anak-anak di China seumuran mereka. “Satu Salam Maria per hari, satu uang koin per bulan” adalah komitmen yang dibuat oleh setiap anak pada awalnya.

Charles

Uskup Charles de Forbin-Jason (3 November 1785 – 12 Juli 1844)

Pada tanggal 19 Mei 1843 dan melalui inisiatifnya benih ditanam dan darinya Serikat berasal. Beberapa tahun kemudian, motto diciptakan, yakni “ANAK-ANAK MEMBANTU ANAK-ANAK (CHILDREN HELPING CHILDREN)”, yang merangkum dengan baik intuisi pendiri dan karisma Serikat. Dalam waktu singkat, banyak negara bergabung dalam inisiatif dan Serikat menyebar dari Perancis ke Belgia, Spanyol, Italia, dan banyak negara lain.

Pada bulan pertama pendiriannya, komunitas Kristiani menyadari kekuatan misi anak-anak. Ini merupakan kejutan besar bagi para imam dan uskup yang melihat bagaimana karya untuk bermisi diterima dengan baik oleh anak-anak. Ini menempatkan mereka pada pusat Gereja dan dunia.

Pauline Jaricot

Pauline Jaricot (22 Juli 1799 – 9 Januari 1862)

Tanggal 3 Mei 1992, dengan mengingat sumbangan besar Serikat untuk misi selama hampir delapan tahun, Paus Pius XI menjadikan dan mengorganisasinya sebagai Serikat Pontifical (Serikat Kepausan). Pada tanggal 4 Desember 1950, Paus Pius XII membuat  Hari Anak-Anak Suci Sedunia dan mendeklarasikan Hari Raya Penampakan (Epifani) sebagai tanggal perayaannya, namun tetap memberi kebebasan kepada setiap negara untuk menyesuaikan tanggal seturut kebutuhan lokal.

Pius_XI
pius xii

Atas: Paus Pius XII (2 Maret 2, 1876 – 9 Oktober 1958)

Kiri: Paus Pius XI (31 Mei 1857 – 10 Februari 1939)

Spiritualitas Kanak-Kanak Suci

Paus Pius XII menyebutnya “Kanak-Kanak Suci” karena dia ingin pergerakan anak-anak misionaris mengikuti jejak langkah Yesus yang telah menjadi seorang anak. Anak-anak Kristen dipanggil untuk bekerja bagi keselamatan anak-anak yang tidak mengenal Yesus untuk menghormati dan meniru masa kanak-kanak yang suci Tuhan Yesus.

Dari peraturan-peraturan awal yang disunting oleh pendiri, nyata bahwa:

  1. Perkumpulan ini berada dalam perlindungan Kanak Yesus;
  2. Perawan Maria adalah pelindung utama perkumpulan ini bersama dengan malaikat pelindung;
  3. Anak-anak yang dibaptis bisa menjadi anggota perkumpulan ini;
  4. Perkumpulan ini disusun dalam bentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari 12 orang per kelompok untuk menghargai 12 tahun lamanya masa kanak-kanak Yesus dan meniru Dia dalam aspek-aspek berikut ini: kesederhanaan, ketenangan, sukacita hidup, selalu ada bersama orang tua-Nya, penyerahan diri-Nya kepada Maria dan kesediaan dididik oleh Santo Yosep, serta keinginan untuk mengerjakan apa yang dikehendaki Bapa-Nya;
  5. Yang disebut anak-anak adalah sejak umur muda sampai menerima komuni pertama.

Sesuai dengan karisma perkumpulan, jadwal formasi (pendidikan) harus memberikan kepada anak-anak kesadaran baru. Dengan pembaptisan, seorang anak menjadi pembawa rahmat Ilahi yang di dalamnya seorang anak mendapatkan kepenuhan Roh Kudus. Pembaptisan adalah anugerah murah hati milik pribadi tetapi kelimpahan rahmat yang berasal dari baptisan adalah milik semua orang yang bersama mereka kita disatukan oleh Allah Bapa yang sama. Karena alasan inilah perkumpulan ini dimulai karena Uskup De Forbin-Jason tidak dapat menerima jutaan anak tetap berada di luar sumber hidup yang benar. Karya misionaris lahir dari pembaptisan dan ini bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak, sebagai anak-anak, adalah misionaris-misionaris melalui doa dan pengorbanan kecil mereka sambil menunggu saat mereka bisa menjadi misionaris dalam arti yang sepenuhnya, dengan menjadikan hidup mereka sebagai karunia manakala mereka dewasa.

Misi

Sekarang, Serikat Pontifikal Kenak-Kanak Suci telah menancapkan akarnya pada lebih dari 130 negara.  Motto pun telah diperkaya menjadi “anak-anak berdoa untuk anak-anak; anak-anak menginjili anak-anak; anak-anak membantu anak-anak di seluruh dunia”.

Serikat Kepausan Kanak-Kanak Suci kini mendorong anak-anak dalam mengembangkan semangat dan kepemipinan missionaris. Ini mendorong mereka untuk berbagi iman dan barang-barang yang berguna, secara khusus dengan anak-anak yang sangat memerlukan. Ini mempromosikan, menyemangati, dan mendukung panggilan-panggilan menjadi misionaris untuk bangsa-bangasa. Ini adalah alat untuk pertumbuhan dalam iman dan juga dari sudut pandang panggilan.

Serikat Kanak-Kanak Suci berusaha memelihara keterlibatan pribadi dan komunitas untuk:

– menstimulasi/merangsang pergerakan dinamis ke arah Tuhan dan kerasulan yang tersembunyi di dalam diri anak-anak;

– mendukung dan menyemangati anak-anak untuk berani mangambil tugas  yang membuat mereka merasa bagian dari satu keluarga, di mana semua orang adalah penting dan saling membantu.

Apa persisnya yang dilakukan oleh para misionaris anak-anak dan dewasa untuk berkontribusi bagi keselamatan rekan-rekan mereka?

Doa: Anak-anak dari Kanak-Kanak Misionaris berdoa setiap hari untuk anak-anak lain dan untuk penyebarluasan pesan Injil.

Kolekte: Ini adalah buah dari pengorbanan misionaris anak-anak dan mereka yang ingin memberikan masa depan yang lebih baik kepada anak-anak di dunia. “Hadiah-hadiah” ini dikumpulkan oleh Biro Nasional yang ada di negara masing-masing dan dikirim ke Dana Solildaritas Misionaris Kanak-Kanak Universal untuk didistribusikan kepada jutaan anak yang memerlukan di setiap sudut dunia. Karena ini banyak orang bisa mengenal Yesus dan Injil, makan, minum, belajar, punya atap di atas mereka ketika mereka tidur, dan bisa memelihara diri mereka sendiri.

Kesaksian Misionaris: Melalui pesan-pesan dan tingkah laku mereka, anak-anak misionaris adalah saksi-saksi dan contoh untuk orang seumuran mereka dan seluruh komunitas.

Serikat ini adalah satu cara yang sangat baik untuk memberi anak-anak dan remaja kesempatan untuk berbagi dengan yang lain dan untuk melakukan tugas mereka demi kebaikan umum. Ini mendukung pendidikan manusia dan Kristen seraya memberi ruang untuk rekreasi dan berbagi berdasar pada nilai-nilai Injil. Ini dicapai lewat aktivitas katekese, formasi, doa, kunjungan kepada yang miskin dan yang sakit. Serikat ini menawarkan pendekatan positif dan penuh persaudaraan terhadap orang lain dalam terang iman Kristen untuk menanamkan kedekatan hati dan doa, pengetahuan dan kerja sama, dan saling membantu di antara anak-anak seluruh dunia. Pendidikan misionaris anak-anak terjadi melalui kesadaran hati nurani, yang akan menuntun ke satu spiritualitas dan keinginan untuk menggairahkan, yang bertahan selamanya, perubahan cara hidup, dan peningkatan relasi dengan Tuhan dan tetangga.

Di  Indonesia,  serikat  ini  awalnya dinamai  SEKAR  (Serikat Kepausan Anak dan Remaja).   Sejak   diselenggarakan   Lokakarya   Nasional   Karya   Kepausan Indonesia (KKI) di Denpasar pada tahun 1996, yang dihadiri oleh wakil-wakil dari seluruh Keuskupan  di  Indonesia  bersama  pimpinan  Karya  Kepausan  Indonesia,   SEKAR  berganti nama menjadi SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner). Penambahan kata “misioner” oleh para wakil Karya Kepausan Indonesia (KKI) bertujuan agar anak-anak  dan  remaja  semakin sadar  akan  peran  dan  panggilan  misioner mereka di tengah-tengah masyarakat dan dunia.